ggwp24 – Ubisoft menutup studio Halifax, Kanada. Pengumuman datang cuma beberapa minggu setelah mayoritas karyawan di sana resmi berserikat.
Dampaknya langsung. 71 orang kena imbas, semua staf studio.
Halifax bukan studio besar. Tapi punya andil di proyek-proyek mobile Ubisoft. Pernah ikut ngerjain Assassin’s Creed, juga Rainbow Six versi ponsel.
Ubisoft bilang, ini bagian dari upaya efisiensi. Sudah mulai sejak dua tahun lalu, katanya. Jadi, bukan karena union.
Tapi momennya? Aneh juga. Union baru terbentuk, eh studio langsung ditutup.
Serikat Geram, Pertimbangkan Jalur Hukum
Akhir tahun lalu, sekitar 74% pekerja Halifax milih untuk berserikat.
Belum sempat jalan jauh, kantor udah keburu ditutup.
CWA Canada, organisasi yang menaungi serikat di sana, nyebut ini langkah yang “menghancurkan”. Mereka bilang bakal pertimbangkan jalur hukum buat ngelindungi anggotanya.
Reaksi mereka keras. Mereka curiga, ini bukan cuma soal efisiensi.
Ubisoft Tetap Ngotot: Bukan Karena Union
Perusahaan keukeuh. Penutupan studio, menurut mereka, murni soal strategi. Bukan balasan karena pembentukan serikat.
Ubisoft juga janji akan kasih kompensasi buat para karyawan yang terdampak. Ada pesangon, ada juga bantuan buat transisi kerja.
Guncangan Lebih Luas di Industri Gim
Halifax bukan satu-satunya.
Dua tahun terakhir, Ubisoft bolak-balik restrukturisasi. Potong tim di mana-mana.
Industri gim global juga lagi limbung. Persaingan makin berat, duit makin seret.
