ggwp24 – Beberapa hari terakhir, ada yang terasa “beda” di halaman game Steam—setidaknya bagi pengguna di Indonesia. Bukan soal diskon atau game baru. Tapi soal satu hal kecil yang dulu sempat muncul, lalu sekarang… tidak ada lagi.
Label IGRS.
Ya, Indonesia Game Rating System itu. Yang sebelumnya sempat muncul di beberapa halaman game, kini di laporkan menghilang. Bukan di semua akun mungkin, tapi cukup banyak yang menyadari perubahan ini. Dan mulai bertanya-tanya.
“Kok hilang?” Itu pertanyaan paling sederhana. Tapi jawabannya, sampai sekarang, belum jelas.
Sejumlah pengguna menyebut, beberapa waktu lalu mereka masih bisa melihat label IGRS saat membuka detail game di Steam. Ada klasifikasi umur, ada sedikit gambaran konten. Tidak selalu mencolok, tapi ada. Sekarang? Kosong. Yang tersisa justru rating internasional seperti ESRB atau PEGI—yang memang sudah lama jadi acuan global.
Perubahan ini terasa janggal, apalagi mengingat kemunculan IGRS di Steam sebelumnya sempat di anggap langkah maju. Semacam penyesuaian dengan regulasi lokal. Upaya agar pengguna di Indonesia punya panduan yang lebih relevan secara konteks—bukan sekadar standar luar.
Tapi sekarang justru menghilang. Tanpa penjelasan.
Belum ada pernyataan resmi, baik dari pihak Steam maupun otoritas terkait di Indonesia. Tidak ada klarifikasi apakah ini gangguan teknis, perubahan kebijakan, atau memang bagian dari proses yang lebih panjang. Semua masih abu-abu.
Dan di ruang kosong seperti ini, spekulasi mulai bermunculan.
Ada yang menduga ini cuma soal teknis—bug, atau integrasi yang belum stabil. Ada juga yang mengira, jangan-jangan memang masih tahap uji coba, jadi belum sepenuhnya di terapkan. Tapi ya itu, semuanya masih dugaan. Belum ada yang benar-benar bisa memastikan.
Sementara itu, pengguna kembali ke kebiasaan lama. Mengandalkan rating dari luar—ESRB, PEGI—untuk menilai apakah sebuah game cocok di mainkan atau tidak. Bukan berarti buruk, tapi jelas bukan sistem yang di rancang khusus untuk konteks Indonesia.
Dan di situlah letak keanehannya.
IGRS sempat hadir. Lalu hilang. Tanpa penjelasan. Tanpa penutup.
Untuk saat ini, pengguna di Indonesia tidak punya banyak pilihan selain lebih teliti sendiri. Membaca deskripsi game. Melihat ulasan. Atau sekadar mencari tahu dari sumber lain sebelum memutuskan mengunduh atau membeli.
Karena ketika label itu tidak ada, keputusan kembali sepenuhnya ke tangan pemain.
