Iklan Resident Evil Requiem Soroti “Umbrella Noodle”, Strategi Promosi yang Curi Perhatian

ggwp24.com – Biasanya promosi gim horor datang dengan potongan adegan mencekam. Suara pintu berderit. Nafas terengah. Monster yang muncul sepersekian detik. Tapi kali ini, Capcom memilih jalur yang agak… nyeleneh.

Alih-alih zombie atau ledakan, publik justru di suguhi sebungkus mi instan. Namanya “Umbrella Noodle”.

Materi promosi untuk Resident Evil Requiem itu beredar di berbagai platform dalam beberapa hari terakhir. Dan ya, orang langsung ribut. Penggemar membicarakannya, membedah tiap detail kemasannya, bahkan ada yang setengah bercanda ingin mencarinya di minimarket terdekat.

Di dalam iklan tersebut terlihat kemasan mi instan dengan logo payung merah-putih—ikon yang tak asing bagi siapa pun yang pernah menyentuh semesta Resident Evil. Logo itu, simbol korporasi fiktif Umbrella, selama ini identik dengan eksperimen bioteknologi dan bencana zombie. Kini ia tampil di atas produk makanan sehari-hari. Ironis. Sedikit gelap. Tapi juga jenaka.

Desainnya sengaja di buat seperti produk konsumsi massal. Font tebal. Ilustrasi yang familier. Namun tetap ada aura suram yang melekat. Seolah-olah ini mi instan yang di jual di dunia yang salah—atau dunia yang sudah keburu runtuh.

Dan di situlah letak daya tariknya.

Capcom tampaknya sadar betul bahwa logo Umbrella bukan sekadar elemen latar cerita. Ia sudah menjadi simbol. Identitas. Bahkan, bagi sebagian fans, semacam lambang budaya pop. Dengan menghadirkannya dalam format produk komersial, mereka seperti memindahkan lore gim ke rak swalayan—membumi, tapi tetap absurd.

Menariknya, iklan tersebut tidak sepenuhnya bermain di ranah horor. Ada lapisan satir yang terasa. Komedi tipis, tapi cukup untuk membuat orang tersenyum sambil berpikir, “Ini serius atau bercanda?” Perpaduan citra korporasi jahat dalam gim dengan konsep mi instan—makanan paling umum di kehidupan nyata—menciptakan kontras yang sulit di abaikan.

Warganet pun merespons cepat. Banyak yang menyebut strategi ini efektif karena tak terduga. Tidak ada cuplikan gameplay panjang. Tidak ada trailer penuh jumpscare. Justru yang muncul adalah produk fiktif yang terdengar konyol—tapi sangat masuk akal dalam konteks semesta Resident Evil. Absurd, iya. Tapi tetap nyambung dengan lore.

Dan mungkin itu yang di incar. Rasa penasaran.

Sampai sekarang, belum ada penjelasan resmi apakah “Umbrella Noodle” hanya sebatas materi kampanye atau akan benar-benar di wujudkan dalam bentuk kolaborasi nyata. Di era ketika banyak gim berkolaborasi dengan merek makanan atau minuman, kemungkinan itu tidak sepenuhnya mustahil. Tapi untuk saat ini, semuanya masih tanda tanya.

Yang jelas, langkah ini menunjukkan satu hal: promosi tak selalu harus mengikuti pola lama. Kadang, justru ketika audiens mengharapkan ketegangan, yang diberikan adalah sebungkus mi instan dengan logo korporasi jahat paling terkenal di dunia gim.

Dan orang-orang pun membicarakannya.

Dalam lanskap pemasaran yang makin bising, mencuri perhatian adalah setengah dari kemenangan. Capcom tampaknya paham betul cara memanfaatkan simbol yang sudah melekat kuat di benak penggemar. Bukan dengan cara yang keras. Bukan dengan cara yang biasa.

Tapi dengan sesuatu yang sederhana. Sebungkus mi. Dan sebuah logo payung yang, sampai hari ini, tetap terasa mengancam.