Insiden di SMAN 72 Jakarta belum lama ini bikin heboh, dan rupanya bikin pemerintah ambil langkah serius. Salah satu hal yang kini ikut di sorot: game online. Presiden Prabowo Subianto di kabarkan meminta agar pengaruh permainan digital, terutama yang penuh kekerasan, di kaji ulang. Tujuannya? Melindungi anak-anak dan remaja.
Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara, bilang kalau Presiden sudah menginstruksikan bawahannya untuk menelusuri lebih dalam soal ini. Bukan tanpa alasan—beberapa gim di anggap bisa berdampak buruk kalau dikonsumsi tanpa pengawasan.
“Pak Presiden menekankan agar ada langkah-langkah pengaturan. Konten yang berlebihan atau nggak sesuai umur bisa bawa pengaruh kurang bagus,” kata Prasetyo saat di temui wartawan di Jakarta Selatan, Minggu kemarin.
Ia juga menyinggung soal gim tembak-tembakan yang lagi ngetren, seperti PUBG. Menurutnya, game semacam itu memuat banyak adegan senjata dan kekerasan, yang rawan di tiru kalau nggak ada filter umur atau kontrol dari orang tua.
Tapi, ini penting: pemerintah nggak serta-merta mau melarang. Kata Prasetyo, arahan Presiden lebih ke arah menyusun pengaturan yang proporsional. Jadi industri kreatif tetap bisa jalan, tapi aman buat anak-anak.
“Ini bukan soal larang-melarang. Yang di maksud lebih ke arah penyaringan konten, supaya tetap sehat dan sesuai dengan usia pengguna,” lanjutnya saat hadir di DPR, Kamis lalu.
Dari pihak Kominfo, atau yang sekarang di sebut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mereka siap menindaklanjuti. Raden Wijaya Kusumawardhana, staf ahli di bidang sosial budaya, menyampaikan kalau teknisnya masih di godok.
“Yang jelas kami akan follow up. Soal bentuk aturannya seperti apa, nanti di sampaikan langsung oleh pimpinan,” ujar Raden usai acara di UGM, Selasa (11/11).
Di tengah isu ini, masyarakat pun mulai bersuara. Ada yang setuju karena khawatir sama anak-anak mereka, tapi ada juga yang minta aturan jangan sampai menghambat industri gim yang sedang berkembang. Reaksi dari pelajar, orang tua, hingga pelaku industri pun ramai di perbincangkan.
