ggwp24.com – Siapa sangka, di balik megahnya nama Resident Evil, pernah ada masa genting yang bikin pucat petinggi Capcom sendiri.
Bukan rumor. Ini keluar dari dokumen internal yang bocor — atau lebih tepatnya, dibuka ulang oleh fans. Sebuah kutipan lama dari buku art resmi BIOHAZARD 7 resident evil INSIDE REPORT, yang di rilis beberapa tahun lalu, kini kembali jadi omongan. Bukan cuma karena isinya menarik, tapi karena kalimat di dalamnya… jujur. Dan agak getir.
Singkatnya: CEO Capcom pernah takut Resident Evil tamat riwayat.
Alasannya? Satu nama: Resident Evil 6.
Saat RE6 di rilis, ekspektasi langit. Tapi yang datang… aksi. Banyak aksi. Terlalu banyak. Padahal ini seri yang dulu membuat orang takut buka pintu digital. Yang membuat suara langkah kaki di lorong kosong terasa seperti neraka kecil.
RE6 membelokkan itu semua. Gameplay-nya makin mirip film laga. Ledakan, tembak-tembakan, quick-time event di mana-mana. Horor? Masih ada, tapi jadi pelengkap. Bukan inti. Dan fans tahu. Mereka bilang. Keras. Kritikus juga gak diam.
Capcom mendengar. Dan cemas.
Dalam dokumen itu, CEO (tak di sebut namanya secara eksplisit, tapi pada masa itu di ketahui adalah Kenzo Tsujimoto) mengungkap rasa khawatir bahwa RE6 bisa jadi titik balik — bukan ke arah naik, tapi turun. Bahwa kalau mereka terus di jalur ini, franchise bisa kehilangan arah. Dan mungkin, kehilangan nyawa.
Momen itu jadi titik tolak.
Sang CEO lalu menyerahkan tongkat estafet ke satu nama yang sudah akrab bagi fans Resident Evil: Jun Takeuchi. Veteran. Orang lama. Dia bukan orang baru di semesta zombie ini. Dari era PS1, dia sudah ada di balik layar.
Tugasnya? Bawa Resident Evil “pulang.” Kembalikan ke akarnya: horor, atmosfer, dan tekanan psikologis yang bikin pemain gemetar bukan karena jump scare, tapi karena suasananya.
Dan ya, perubahan itu terjadi. Perlahan tapi pasti. Fans melihatnya mulai dari Resident Evil 7. Kamera first-person. Terisolasi. Sunyi. Tak tahu siapa musuh, atau bahkan siapa diri sendiri. RE7 bukan hanya game horor, tapi juga pernyataan sikap: Resident Evil masih hidup. Dan kali ini, lebih mengerikan.
Kini, setelah RE7 dan RE Village, plus remake RE2 dan RE4 yang dipuji habis-habisan, Resident Evil bukan cuma hidup. Ia tumbuh. Tapi orang mungkin lupa, bahwa di satu titik, masa depannya goyah.
Sebuah franchise sebesar ini pun pernah gemetar.
